Bagaimana Membangun Ketahanan Jiwa? (1)

Anda kerap merasa tertekan? Hampir patah arang mengatasinya? Tentu situasi tersebut sangat menyulitkan bagi Anda. Tidak jarang, sugesti-sugesti negatif muncul dan menfonis diri sendiri sebagai manusia tidak tangguh, sehingga ketahanan jiwa kita menurun drastis. Melihat fenomena ini semakin banyak muncul di kalangan masyarakat modern, Dr. Tchiki Davis, seorang konsultan dan pakar teknologi kesejahteraan dari Berkeley Well Being, menulis 9 cara bagaimana membangun ketahanan jiwa agar diri kita kembali digerakkan oleh hal-hal positif.

#1 Hentikan Siklus Berpikir Negatif

Seringkali ketika hal-hal buruk terjadi, kita terjebak untuk berpikir tentang hasil negatif yang sudah atau bahkan yang mungkin akan terjadi. Teman-teman memberikan dukungan positif, namun itu tidak bertahan lama karena kita terlalu tenggelam ke dalam dugaan negatif. Davis percaya masih banyak orang yang sulit terlepas dari jerat negatif ini—meski terlihat remeh dan orang yang terjerat ini terkesan membuat-buat situasinya menjadi sulit.

Setelah masalah selesai, ia bisa kembali berpikir positif. Akan tetapi, ketika masalah kembali datang, ia akan kembali diserang oleh pikiran negatif. Inilah yang dinamakan siklus berpikir negatif. Untuk mengakhiri siklus ini, kita perlu menyusupkan pikiran “anomali” di tengah-tengah siklus.

Kadang-kadang Davis pun mendapati dirinya memikirkan sesuatu yang negatif. Itu membuatnya harus bekerja lebih keras untuk mengalihkan perhatiannya dari pikiran negatif. Yang terjadi setelahnya adalah ia mengidap darah tinggi dan stress.

 Ia masih belum bisa mengatasi itu sampai suatu hari ia memutuskan untuk lari. Benar-benar lari. Dan, tebak, itu berhasil! Ia sadar berolahraga adalah salah satu aktivitas peralihan pikiran negatif yang baik. Atau, melakukan aktivitas hobi. Jangan malu atau ragu untuk menyalurkan hobi. Selama itu tidak membahayakan diri, lakukanlah.

#2 Pertanyakan Masalah yang Melanda

Berpikiran negatif dengan mengantisipasi adalah dua hal berbeda. Yang kita singirkan adalah pikiran negatif. Jangan biarkan jiwa Anda dilanda bencana depresi karena terus memupuk pikiran negatif. Misalnya, Anda mungkin kehilangan pekerjaan dan sekarang percaya bahwa Anda tidak akan pernah berhasil, dan semua orang akan berpikir Anda akan gagal selamanya. Ini mungkin terdengar ekstrem.

Sebagian dari kita sebenarnya tidak sedang menghadapi masalah besar, tapi karena pikiran negatif merajai kepala, maka ia akan terasa berat dan membunuh! Karena akhirnya tersugesti, tidak jarang itu akan menjadi kenyataan. Lain halnya dengan antisipasi yang dimana Anda harus mengurai masalah terlebih dahulu sebelum mengantisipasi jika suatu saat masalah ini datang kembali. Setelah masalah terurai, mulailah solusi dicari.

 Oleh karenanya, jadilah orang yang mengantisipasi, bukan yang memupuk pikiran negatif. Anda bisa memulainya dari bercerita ke orang yang terpercaya. Biarkan ia mendengar dan memberi saran. Fokus pada saran dan kelegaan hati Anda karena sudah mencurahkan isi hati. Terkadang manusia hanya ingin didengarkan sesekali.

#3 Belajar Menyikapi Kegagalan

Sayangnya, banyak dari kita menghindari kegagalan dengan segala cara. Mereka melakukannya karena takut gagal; seseorang biasanya khawatir orang lain akan berpikir buruk tentang dirinya jika ia gagal, dan kita merasa malu ketika gagal. Tetapi dengan memperlakukan “kegagalan” sebagai penyakit yang harus dihindari, kita tidak pernah memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menyikapinya. Kegagalan memang tidak akan pernah bisa hilang dari dalam perjalanan hidup manusia, oleh karenanya, yang bisa kita lakukan hanyalah menyikapinya.

Pada akhirnya, dengan sendirinya Anda akan membangun ketahanan jiwa dengan cara belajar menyikapi kegagalan dalam hidup Anda.

Saat kegagalan hadir, mundurlah dan beri jeda waktu kepada diri Anda. Berliburlah, manjakan diri Anda. Selanjutnya, visualisasikan kesuksesan—bayangkan mimpi yang ingin Anda raih. Dengan membayangkan diri Anda melakukan hal tersebut dengan baik, Anda secara perlahan mengubah pola pikir dari negatif ke positif. Sehingga, Anda bisa memetik hikmah dari kegagalan ini. Tanyakanlah kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini:

Apakah ada, atau akankah ada, hasil positif yang dihasilkan dari situasi ini?

Apakah Anda berterima kasih atas bagian dari situasi ini?

Apa yang bisa Anda pelajari dari situasi ini?

#4 Ingat, Ini Juga Akan Berlalu

Teknik lain yang dapat membantu Anda menangani stress dengan lebih baik adalah memikirkan hasil dari peristiwa yang menimbulkan stres di masa depan yang relatif jauh. Misalnya, Anda mungkin mengatakan pada diri sendiri bahwa “waktu menyembuhkan semua luka,” atau “ini juga akan berlalu.”

Kemampuan untuk memikirkan masa depan di mana Anda tidak akan lagi merasa begitu buruk—tentang apa pun yang Anda perjuangkan—membantu Anda melewati pengalaman-pengalaman sulit. Ini dapat mengurangi intensitas pikiran negatif dan tekanan yang disebabkan oleh situasi. Jadi lain kali Anda berada di tengah-tengah situasi yang penuh tekanan, cobalah untuk melihat kembali situasi dari masa depan.

Mulailah dengan mengingat kembali peristiwa yang menegangkan baru-baru ini. Pastikan untuk memilih sesuatu yang sangat spesifik. Misalnya, coba ingat, “Ketika saya gagal ujian masuk perguruan tinggi yang saya harapkan,” bukannya gagal, secara umum. Sekarang bayangkan seperti apa hidup Anda lima tahun setelah peristiwa ini.

Tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini:

Selama lima tahun ke depan, apa yang akan Anda lakukan?

Bagaimana Anda akan menghabiskan waktu Anda?

Bagaimana perasaan Anda?

-

 Pelajari keempat cara ini sebelum menuju ke lima cara sisanya!

Menjadi Jalur Kereta Terpanjang di Dunia, Inilah 10 Fakta tentang “Trans-Siberian Railway”

Bagaimana Membangun Ketahanan Jiwa? (2)