6 Keterampilan Emosional yang Anda Butuhkan Untuk Hidup Bahagia

Setiap orang memiliki pilihan yang ia percaya sebagai cara untuk meraih kebahagiaan. Dan itu dilakukan berdasarkan pengalaman hidup dan kepribadian. Ada banyak hal yang dapat Anda lakukan untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia. Hal tersebut, saat dilakukan berulang-ulang, akhirnya menjadi keterampilan hidup.

Dari hasil pembacaan saya terhadap pengalaman diri dan teman-teman, saya telah merangkum 6 keterampilan emosional yang dapat Anda bangun dalam diri. Kesepuluh keterampilan ini saya percaya sebagai hal yang paling penting untuk meningkatkan kebahagiaan. Dengan membangun keterampilan ini, Anda dapat mulai menjalani kehidupan yang bahagia.

#1 Merencanakan Kebahagiaan

Anda tidak akan membuat kue tanpa resep. Anda tidak akan pergi ke tempat yang belum pernah Anda kunjungi tanpa peta. Dan Anda seharusnya tidak mencoba membangun kebahagiaan tanpa rencana juga. Membuat rencana kebahagiaan yang baik adalah apa yang membawa Anda dari tempat Anda berada sekarang ke kehidupan bahagia yang Anda impikan.

Secara teknik, Anda bisa mengikuti contoh langkah ini:

  • Jelaskan mengapa Anda menginginkan kehidupan yang bahagia.
  • Carilah satu atau dua hobi yang bisa memuluskan jalan Anda meraih kebahagiaan tersebut. Apakah itu bisa dikaitkan dengan pekerjaan Anda (urusan finansial)? Atau, apakah tindakan tersebut membahagiaan orang-orang terkasih (keluarga, sahabat, pasangan, dll)?
  • Tentukan keterampilan mana yang harus difokuskan.
  • Berkomitmen pada tujuan Anda untuk menciptakan kehidupan yang lebih bahagia.
  • Pelajari bagaimana Anda akan membangun keterampilan kebahagiaan Anda. Ini penting untuk menjaga langkah jika suatu waktu Anda jenuh dan kehilangan arah. Kembali ke titik awal tempat Anda merintis kebahagiaan bukanlah hal buruk. Itu menyelamatkan Anda!

#2 Mengembangkan Kebahagiaan

Pernahkah Anda berada di masa ini: sesuatu yang ingin Anda lakukan tampak mustahi untuk Anda jalani? Ingatkah Anda momen-momen pertama kali belajar mengendarai sepeda? Ini klasik, tapi memang benar adanya. Kita akan lebih gigih dan pantang menyerah jika memiliki tujuan yang jelas. Setelah membuat rencana, dengan tujuan yang sama, buat hidup Anda tidak membosankan dengan tetap kembangkan diri.

Inilah cara membangun keterampilan pengembangan pribadi Anda:

  • Kembangkan mindset tumbuh yang berfokus pada kepercayaan Anda pada kemampuan untuk menciptakan kehidupan yang bahagia.
  • Identifikasi nilai-nilai kepribadian Anda—analisis SWOT.
  • Catat kemajuan pencapaian Anda untuk mengapresiasi diri sendiri dan memupuk semangat positif.
  • Belajar untuk meminta tolong jika dalam kesulitan, dan, percaya diri jika yakin bisa menyelesaikan suatu masalah. Tak masalah meminta bantuan.

#3 Berpikir Positif

Kita semua mengenal seseorang yang akan menemukan satu hal buruk dalam setiap situasi. Mungkin orang ini adalah kita sendiri. Jika kita belajar berpikir positif sebagai gantinya, kita dapat menyikapi situasi—bahkan yang paling menjengkelkan sekalipun—dengan lebih tenang. Baik, ini terasa klasik juga, maka inilah sebabnya berpikir positif adalah kunci menuju kehidupan yang lebih bahagia.

Berikut ini beberapa cara untuk berpikir positif:

  • Bantu otak Anda untuk terbiasa berpikir positif. Berkomitmenlah terhadap diri Anda!
  • Berkumpullah di lingkungan yang membawa semangat positif. Bahkan jika Anda seorang introvert, Anda bisa menikmati hiburan privat yang positif dengan membaca, menonton film di depan laptop, berkebun, atau sekedar melihat padi-padi di sawah pinggir jalan.
  • Nikmati momen positif tersebut dengan sungguh-sungguh. Jika Anda tidak menikmatinya, carilah aktivitas atau hal lain. Tidak mengapa; karena ini adalah proses melatih keterampilan diri Anda sendiri.
  • Manfaatkan momen positif dengan melibatkan kegiatan positif lainnya. Semisal, sembari berkebun, Anda bisa menyetel radio dan mendengarkan lagu-lagu. Atau saat sedang berkumpul dengan teman-teman, diskusikanlah hal menarik yang sedang menarik perhatian Anda, buat teman-teman Anda tahu tentang itu dan nikmatilah pertukaran informasi di lingkaran positif Anda.
  • Setelah itu menjadi kebiasaan Anda, maka saatnya untuk jeli mengenali potensi suasana positif dan negatif. Keterampilan Anda dalam berpikir positif akan membantu Anda menemukan celah kebahagiaan di setiap keterpurukan. Terus lakukan ini sampai Anda menjadi pribadi yang bahagia tanpa tergantung oleh apapun.

#4 Percaya pada Diri Sendiri

Jika kita tidak memiliki kepercayaan diri, mudah untuk berpikir bahwa ada sesuatu yang secara fundamental salah dengan kita—bahwa tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mengubah diri kita sendiri dan menciptakan kehidupan bahagia yang kita inginkan. Tapi kepercayaan diri sebenarnya adalah keterampilan. Ketika kita belajar cara berpikir, merasakan, dan bertindak dengan cara yang membuat kita menjadi orang yang benar-benar kita cintai, kita bisa lebih percaya diri dan, sebagai hasilnya, hidup bahagia dengan lebih mudah. Berikut adalah beberapa cara untuk membangun kepercayaan diri untuk menciptakan kehidupan yang lebih bahagia:

  • Berlatih belas kasih diri. Peluk tubuh Anda setiap baru bangun pagi. Rasakan tubuh Anda adalah sebuah ciptaan terbaik versi Anda yang Tuhan berikan. Saya akan bemberikan nasihat klasik sekali lagi, “Jika bukan Anda yang menyayangi diri Anda sendiri, lalu siapa lagi?”
  • Bayangkan diri Anda yang terbaik. Setiap melakukan apapun secara maksimal, namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan, tetap bayangkan bahwa diri Anda yang terbaik (versi Anda). Menyadari pencapaian diri adalah versi terbaik yang bisa Anda refleksikan terhadap jiwa.
  • Ketahui kekuatan Anda—analisis SWOT.
  • Rayakan kesuksesan Anda. Biasanya kita sering mengeluh bahwa orang tidak menghargai kesuksesan kita, padahal, kita sendiri bertindak demikian. Sepulang kerja dengan uang gaji di tangan, lakukanlah hal yang membuat hati anda senang. Bahagiakan diri Anda. Masih ingat buku yang Anda incar beberapa minggu lalu? Belilah! Tubuh pegal-pegal dan ingin dipijat? Pergilah ke jasa pijat dan manjakan diri Anda.

#5 Menyeimbangkan antara Kehidupan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Apakah Anda lelah, kehilangan motivasi, dan sangat membutuhkan istirahat? Dengan belajar bagaimana melatih keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, Anda dapat memanfaatkan waktu yang Anda miliki dalam hidup dengan lebih baik. Sebagai hadiahnya, Anda akhirnya menikmati semua aktivitas hidup Anda dengan bahagia. Berikut adalah beberapa cara untuk meningkatkan keseimbangan:

  • Kenali diri, apakah Anda tipe orang yang mudah terpantik emosi negatifnya? Ini penting untuk dijawab karena bisa menentukan batas lelah tubuh Anda, dan kapan waktunya istirahat.
  • Menetapkan batas waktu: kapan harus bekerja dan kapan harus menikmati kehidupan pribadi. Ini biasanya sulit dijalani oleh orang-orang yang bekerja di bidang kreatif dan para pekerja lepas. Mereka tidak memiliki patokan waktu dalam bekerja. Namun, dalam hal ini, tetap saja harus dipikirkan. Berilah batas yang tegas. Semisal, jika sudah di rumah, janganlah mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan. Atau, akhir pekan adalah waktu istirahat—atau sebaliknya, Senin dan Selasa adalah hari tidur seharian!
  • Meditasi. Atau apapun yang membuat Anda terlibat aktivitas restorasi—sebuah aktivitas kebatinan yang mengembalikan energi Anda.

#6 Peka / Intuitif

Sekarang kita hidup di dunia teknologi tinggi, kita menjalani sebagian besar hidup kita dengan autopilot—smarthphone. Sebagai hasilnya, kita kehilangan momen terbaik dari hidup: mengamati dunia sekitar kita secara cermat, berhubungan langsung dengan orang lain, dan bahkan bersenang-senang. Jadi mungkin kita sudah memiliki kehidupan yang bahagia, tapi apa Anda yakin?

Ketika Anda melepas ponsel pintar tersebut dan menatap cermin, Anda akan merasa mati rasa dan kehilangan kemampuan menikmati segala yang nyata di dunia ini. Berikut adalah beberapa cara untuk membangun kepekaan diri:

  • Bangun tidur, lihatlah sekeliling Anda dengan perlahan. Perhatikan apa yang berubah di kamar Anda setiap hari. Lalu bercerminlah. Tatap diri Anda lekat-lekat dan perhatikan apa yang berubah.
  • Beristirahatlah dari teknologi. Anda butuh kehidupan nyata karena tubuh Anda hidup di sini. Beri mata dan pikiran Anda jeda. Berpiknik di taman kota atau bahkan mendaki bukit adalah hal yang cocok
  • Bertanya. Tetap bertanya dan memulai diskusi adalah cara yang tepat untuk mempelajari kepribadian orang lain. Perhatikan gestur tubuh lawan bicara, perhatikan kebutuhannya, dan pujilah pencapaian mereka. Setelah menghargai diri sendiri, saatnya Anda menghargai orang lain dan kebahagiaan akan hinggap di hari-hari Anda—sekecil apapun.

Bagaimana Membangun Ketahanan Jiwa? (2)

7 Alasan Utama Mengapa “Menjadi Orangtua” Dapat Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab