7 Alasan Utama Mengapa “Menjadi Orangtua” Dapat Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab

Tidak peduli berapa usia Anda saat menjadi orangtua, membesarkan anak membuat Anda matang. Itu membuat Anda ingin menjadi versi terbaik dari diri Anda untuk merawat dan melindungi anak-anak Anda.

Orangtua bertanggung jawab memberikan contoh yang baik untuk anak-anak mereka. Anak-anak memandang orangtua mereka sebagai panutan seumur hidup. Bagaimana Orangtua berperilaku ketika berurusan dengan rumah tangga, keluarga, tanggung jawab profesional, dan manajemen keuangan dalam pernikahan dapat memiliki efek langsung pada bagaimana seorang anak memandang tanggung jawab saat tumbuh dewasa.

Bertanggung jawab tidak selalu mudah, tetapi selalu sepadan. Dan, menjadi orangtua benar-benar melatih manusia untuk bertanggung jawab. Kita tidak sedang membicarakan kasus khusus, tapi secara umum, manusia memang akan belajar lebih keras ketika sudah memiliki momongan. Berikut telah terangkum 7 alasan utama mengapa berperan menjadi orangtua dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam diri.

#1 Menjadi Teladan bagi Anak

Nasihat terbaik yang bisa diberikan Orangtua kepada anak-anak mereka bukanlah melalui ucapan, melainkan tindakan. Mengapa? Karena anak-anak memperhatikan dengan seksama. Dalam penelitiannya di Michigan State University, Kylie Rymanowicz mengatakan bahwa anak-anak belajar dan meniru perilaku, serta mengamati dan mendengarkan orang-orang di sekitar mereka.

 “Ini kadang-kadang disebut sebagai pembelajaran observasional. Ketika anak-anak dapat mempelajari sesuatu hanya dengan mengamati orang lain. Model tidak harus berupa orang yang berinteraksi langsung dengan anak. Mereka ini belajar dari model di sekitar mereka, di televisi, di toko bahan makanan, di sekolah, dan di rumah,” ujar Rymanowicz. Setelah menjadi Orangtua, pasangan bertanggung jawab untuk menjadi teladan yang baik bagi anak-anak.

#2 Manajemen Keuangan Berubah

Menurut sebuah studi oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat, pada 2017, biaya membesarkan anak telah melonjak hingga 233.610 USD. Dari popok hingga kuliah, itu menghabiskan biaya yang tidak sedikit.

Menurut Acorns 2017 Money Matters Report, pasangan rumah tangga yang ditelitinya mengatakan mereka lebih suka mengakui berapa berat mereka daripada membahas berapa banyak uang yang mereka hasilkan. Artinya, tidak semua pasangan bisa terbuka membicarakan keuangan mereka. Mempelajari manajemen keuangan dalam pernikahan adalah bagian besar dari proses tanggung jawab. Ini membantu pasangan untuk melunasi hutang, menetapkan anggaran rumah tangga, dan mengurus kebutuhan keluarga yang penting seperti makanan dan pakaian.

#3 Memberikan Nasihat yang Tepat

Ketika anak-anak tumbuh dan menjadi dewasa, mereka mendatangi Orangtua dengan pertanyaan memohon nasihat. Mereka mencari saran untuk masalah yang mereka alami di sekolah, dengan teman, dan dalam hubungan cinta. Dalam situasi ini orangtua akan berhati-hati dalam memberi nasihat. Mereka tidak ingin sang anak menguliangi kesalahan yang sama—seperti yang pernah mereka pernah lakukan, atau mereka ingin anak mereka mencoba hal ideal yang selama ini mereka pikirkan. Memilah nasihat ini akan menempa Anda menjadi manusia yang bertanggung jawab karena setiap nasihat yang dijalankan akan memiliki dampak—bisa positif maupun negatif.

#4 Belajar Disiplin

Sangat penting bagi orangtua untuk belajar mendisiplinkan anak-anaknya dengan benar. Orangtua yang bertanggung jawab tahu bahwa disiplin bukan tentang memukul, berteriak, atau hukuman. Ini adalah tentang:

  • Mengajari anak-anak bagaimana berperilaku dengan tepat di sekolah, di rumah, di lingkungan bermain, dan di lingkungan asing/baru.
  • Membantu anak-anak mengembangkan rasa hormat terhadap orang-orang di sekitar mereka.
  • Belajar memahami dan mengekspresikan perasaan mereka.
  • Memilih pendekatan yang tepat untuk mengajarkan disiplin.
  • Hukuman yang tegas tetapi adil untuk perilaku buruk mengajarkan anak-anak tentang konsekuensi.

Idealnya, disiplin bekerja ketika Orangtua memiliki hubungan yang penuh kasih dengan anak-anak mereka. Orangtua harus dapat berkomunikasi dengan baik kepada anak. Mengajarkan disiplin dapat memulai sejak dini dengan memperkenalkan kepada anak beberapa peraturan dasar keluarga. Aturan tersebut dapat mencakup berbicara dengan ramah kepada orang lain, mengurus barang-barang mereka, dan membantu di sekitar rumah.

#5 Melanggengkan Pernikahan

Membesarkan anak-anak adalah salah satu hal yang paling memuaskan yang bisa dilakukan pasangan. Namun, pasangan harus berhati-hati untuk tidak membiarkan romansa hilang dari pernikahan mereka selama hiruk pikuk pengasuhan berlangsung. Semakin kuat pernikahan, aspek kehidupan lainnya akan ikut kuat; termasuk koneksi batin antara orangtua dan anak-anak.

Menetapkan jadwal kencan berdua dapat membantu pasangan untuk memperkuat ikatan mereka dan meningkatkan nilai kehidupan keluarga. Manfaatnya, antara lain:

  • Ini meningkatkan keterampilan komunikasi
  • Mencegah kebosanan
  • Menghabiskan waktu bersama mengurangi stres
  • Memperkuat hubungan batin yang nantinya akan berefek kepada keharmonisan keluarga
  • Berbagi hobi dan kegiatan meningkatkan kebahagiaan pernikahan
  • Menjadi intim secara fisik memprediksi peningkatan keintiman emosional pada pasangan
  • Kasih sayang fisik sangat terkait dengan kepuasan pasangan

 Menjadikan pernikahan sebagai prioritas tidak hanya bermanfaat bagi pasangan dan anak-anak, tetapi juga merupakan tanggung jawab masing-masing pasangan untuk saling membahagiakan.

#6 Menentukan Pola Asuh Anak

Adalah impian setiap orangtua untuk membesarkan anak yang baik, komunikatif, dan kuat. Mereka dapat melakukan ini jika mereka menerapkan pola asuh yang bertanggung jawab, seperti:

  • Membuat keputusan, meskipun sulit
  • Jangan menghindar dari pertanyaan yang canggung dan tabu
  • Menjaga jalur komunikasi tetap terbuka
  • Mengajar anak-anak tentang nilai moral dan kebaikan
  • Menjadi penasihat yang jujur dan dapat dipercaya untuk anak-anak
  • Memberikan contoh tanggung jawab yang baik
  • Bersabar dan pemaaf
  • Memberi anak waktu dan perhatian yang berkualitas

#7 Memasak dan Berbenah Rumah

Selain berurusan dengan penganggaran dan manajemen keuangan dalam pernikahan, Orangtua juga harus memastikan rumah itu bersih dan aman. Ini berarti menyap dan mengepel lantai, mencuci piring dan baju, dan lain sebagainya. Ayah dan ibu harus sama-sama bisa berbenah rumah. Ini penting agar tidak terjadi bias gender di dalam rumah. Menjaga rumah tetap rapi sama dengan memberikan anak-anak lingkungan tempat tinggal yang nyaman. Itu juga mengajarkan mereka untuk bertanggug jawab pada diri sendiri—baik laki-laki maupun perempuan.

Memasak juga merupakan bagian dari tanggung jawab Orangtua. Makanan cepat saji di luar memang asyik jika sesekali dipesan ke rumah. Akan tetapi Orangtua menunjukkan tanggung jawab dengan memasak makanan yang sehat di rumah merupakan contoh terbaik yang bisa dilakukan orangtua.

6 Keterampilan Emosional yang Anda Butuhkan Untuk Hidup Bahagia

5 Kesalahpahaman dalam Membayangkan Kehidupan Pernikahan